Ya, sepertinya kami memang berjodoh sekali dengan kota ini. Kalau ayah, dari lulus STM, langsung berangkat ke kota ini untuk mengadu nasib. Sama halnya denganku, lulus STM pun mengadu nasib di kota yang sama. Tapi aku sempat minggat dari kota ini gara-gara ga ada perpanjangan kontrak kerja hiks. Tapi gapapa ternyata masih ada perusahaan lain yang membutuhkanku di Surabaya. Kenal ayah juga di kota ini, merasakan jatuh cinta sama ayah di kota ini juga, tapi tetep menikah di kota kelahiranku. Walau beda kota, sempat merasakan ga enaknya LDR dulu selama kurang lebih 3 bulan, akhirnya aku  nyusul ayah kembali ke kota ini lagi. Alhamdulillah Allah yang Baik menitipkan sang malaikat kecil di rahimku juga di kota ini, lahir dan besar sampai 11 bulan juga di kota ini. Baru Akhir tahun 2009 kami memutuskan minggat lagi dari kota ini, alasannya agar lebih dekat dengan orang tua dan sanak saudara. Ternyata memang manusia hanya bisa berencana, selebihnya Allah lah yang punya hak veto memutuskan apapun yang terbaik buat makhlukNya. Banyak hal-hal di luar prediksi kami dalam kurang lebih 6 bulan ini. Banyak suka, tak sedikit pula duka. Cinta kami diuji, dan insyaallah kami lulus ujian ini. Sabar dan ikhlas lah senjata kami menghadapi ini semua. Pertengahan tahun 2010 ini, kami akan kembali ke kota ini. Dengan harapan yang tentunya tak sama saat kami berangkat mengadu nasib dulu. Harapan kami, kami bisa menjadi satu keluarga yang utuh, sakinah, mawaddah, warrahmah, dan selalu dekat dengan Pencipta kami, Allah Ta’ala..

Kota ini, akan menjadi harapan baru bagi keluarga kecil kami. Dengan segala sisi negatifmu, sungguh 6 bulan ini aku sangat merindukanmu. Merindukan hiruk pikukmu, merindukan segala fasilitas yang kau punya, merindukan teman-teman yang sudah laksana keluarga, bahkan lebih. Sungguh, aku rindu… Semoga dengan kedatangan kami, kami tidak menambah sisi negatifmu. Sebaliknya kami akan berusaha untuk selalu menambah sisi positifmu, insyaallah, semogaa… Karna kami sayang kamu..

Jakarta, we will back soon..