Khadijah,

 

Lahir tepat prediksi dokter lewat 2 jam saja yaitu tanggal 18 Desember 2008 pukul 02.00. Ulang bulan dan tahunnya bareng sama neneknya. Lahir di Jakarta, RSIA Aulia Jagakarsa Jakarta Selatan melalui proses kelahiran normal yang memakan waktu selama 3 jam, dibantu dr. Rizky Isnaeni SPOG. Lahir dengan berat 2,95kg dan panjang 49cm. Sekarang tumbuh menjadi anak sehat, cerdas, lincah, dan sholehah amien ya robbal allamienn…

 

Khadijah lahir melalui proses yang alhamdulillah sangat dimudahkan oleh Allah SWT, proses yang akan selalu saya ingat sampai tua nanti, ayah dan bunda sayang Khadijah :-*

 

Assalamu’allaykum sayang…

 

21 November 2008
Cuti hamil dari kantor dimulai. Sengaja memang mengambil cuti lebih awal, 1 bulan sebelum HPL yang diberikan dokter. Karena rasanya perut saya ini udah gueedee banget, sudah tidak betah duduk lama di kantor, sering kontraksi, dan terutama sudah capek bermacet ria berangkat kantor dari kebagusan ke lebak bulus. Kegiatan saya di rumah yang hampir selalu saya lakukan adalah jalan pagi sambil belanja sayur sampai ke gang sebelah, bahkan kalau hari libur jalannya bisa sampai ke ragunan tapi muter lewat kampung-kampung, ini demi dedde’ kan jalan kaki adalah olahraga yang baik dan aman untuk ibu hamil. Berenang sudah tidak lagi sejak kehamilan 6 bulan. Kenapa? Karena perut saya waktu 6 bulan itu udah gedeee banget dan tentunya badan udah semakin berat saja :D Mengepel lantai juga sudah mulai digiatkan, saya mengepel tanpa alat artinya saya harus jongkok, kata ibu biar cepet bukaan hehehe.. Untungnya rumah gak terlalu besar jadi gak terlalu berasa capek.

 

17 Desember 2008
Hari Perkiraan Lahir bayi kami tercinta. Dulu waktu dokter kandungan saya pertama kali memberi tahu kami HPL kehamilan saya, ayah langsung bilang “Tanggal 18 aja dok, biar ulang tahunnya barengan sama neneknya :D“ Ternyata kemauan ayahnya ini membuahkan kisah tersendiri nantinya. 10 hari sebelum tanggal 17 ibu mertua sudah stand by di Jakarta buat jaga-jaga kalau saya lahiran lebih awal. Karena dari pengalaman ibu dan saudara yang lainnya kebanyakan melahirkan tak jauh dari usia kandungan 9 bulan.

 

Kontraksi sudah saya rasakan sejak kehamilan umur 8 bulanan, tapi ya itu datang-hilang-datang-hilang mulesnya. Kalau kontraksi datang, jurus jitu saya ya rileks, ambil nafas panjang, dan hembuskan perlahan. Lakukan berulang-ulang bila kontraksinya tak juga pergi. Tapi sampai mendekati HPL tidak ada tanda-tanda bahwa saya akan melahirkan. Saya sempat mikir juga waktu itu kenapa gak cepat lahir ya karena ibu sering tanya “Gak salah itung usia kehamilan ta? Kok belum lahir-lahir juga“ Saya rasa saya gak salah hitung kok lagian prediksinya kan memang masih tanggal 17 nanti dan tiap bumil pasti unik, cerita kehamilan sampai proses melahirkan pasti berbeda-beda. Saya positif thinking saja, mungkin dedde’ menunggu saat yang tepat untuk berjumpa ayah bundanya ini :) Sementara itu persiapan baju-baju saya dan dedde’ sudah ready to go dari jauh-jauh hari. Lucunya saya juga menyiapkan baju untuk melahirkan nantinya hehehe.. Padahal kan kita tidak tahu kapan akan melahirkannya.

 

Seperti hari-hari sebelumnya tanggal 17 Desember 2008 itu kontraksi sudah saya rasakan namun ritmenya belum begitu teratur. Paginya saya ke pengajian majelis ta’lim bulanan di mushola. Hampir semua ibu-ibu bilang “Wah perutnya gede banget mbak udah turun lagi, belum mules juga ya mbak?“ Hehehe.. saya cuma senyum saja sambil bilang “Dedde’nya masih menunggu waktu yang tepat untuk lahir nih bu“ Saat itu duduk di lantai benar-benar sudah tidak nyaman lagi dengan perut yang paling besar selama hidup saya *ya iyalah hamil juga baru sekali :D Siangnya kontraksi tetap jalan dan belum teratur juga masih datang-hilang-datang-hilang. Banyak teman sekolah, teman kantor yang SMS atau telepon yang hampir kesemuanya menanyakan apakah saya sudah melahirkan. Terima kasih ya teman-teman sudah banyak didoakan semoga dedde’ cepet lahir ke dunia. 

 

Jam 4 sore kontraksi sudah mulai teratur tapi rentang waktunya masih jauh dan tidak ada tanda flek. Karena menurut dokter, ibu dan para tetangga biasanya untuk anak pertama tanda yang muncul adalah keluar flek dulu baru setelah itu ada pembukaan. Makanya waktu itu walaupun kontraksi sudah mulai teratur saya masih santai karena belum ada flek, jadi pikiran saya nunggu ada flek dulu baru ke RS :D

 

Entah kenapa sore itu saya ingin sekali memakai baju yang sudah saya siapkan untuk melahirkan sebelumnya, setelan baju tidur lengkap dengan jilbabnya. Berharap kontraksi makin sering dan teratur dan dedde’ cepat lahir :D Semakin sore kontraksi sudah semakin pendek rentang waktunya antar tiap kontraksi. Tapi mulesnya masih bisa ditahan, saya masih keukeuh menunggu keluarnya flek sambil nunggu ayah pulang dari kantor. Sekitar ba’da isya’ ayah datang, kita makan malam dulu lalu dilanjut sholat Isya’ berjamaah. Kejadian sepanjang hari itu saya ceritain ke ayah. Dan kami sepakat, observasi dulu mules dan rentang waktunya. Semakin malam kontraksi semakin sering, lalu saya telepon ke RS “Mbak, kontraksi saya sudah rutin hampir 5 menitan, tapi belum ada flek, apa saya ke RS sekarang ya mbak? Jadwal saya ke dokter masih besok mbak“ Mbak resepsionis di sana menjawab “Iya bu, datang segera saja bu biar diperiksa oleh bidan dulu ada pembukaan atau tidak“ Waktu itu dibenak saya datang ke rumah sakit untuk periksa saja bukan untuk melahirkan :) makanya saya cuma bawa buku kontrol dan tentunya naik Grand Cinta kami :D Berangkat dari rumah jam 10 malam hehehe..

 

Sepanjang perjalanan ke RS saya meringis kesakitan menahan rasa mules yang makin lama makin sering dan lebih terasa sakitnya. Ayah yang di depan juga ikut tegang karena saya pegangan sambil mencengkeram saat kontraksi datang, ayah gak berani bawa motor di atas 20 km/h :D Sesampai di RS langsung ke ruangan dokter lalu di USG dan diperiksa dalam oleh bidan. Sumpah sakit sekali periksa dalam itu ternyata :( hasilnya sudah ada pembukaan 1. Pikirku pasti masih lama karena dari cerita banyak orang kalau bukaan 1 lahirannya masih lama, bahkan ada yang sampe besok harinya. Setelah periksa dalam saya dibawa ke ruang bersalin untuk CTG, waktu itu saya jalan digandeng ayah dan bidan karena ruang bersalinnya ada di bawah. Tepat jam 11 malam saya masuk ke ruang bersalin. Cek CTG, dan hasilnya denyut jantung dedde’ sempat drop banget. Bidan memasang oksigen takutnya dedde’ kekurangan oksigen dan rencananya akan dilakukan CTG lagi jam 2.

 

Waktu itu sambil menunggu CTG yang kedua saya ngobrol-ngobrol sama ayah, di benak kami tidak ada pikiran akan melahirkan malam itu walaupun kontraksinya sudah sering dan lebih sakit. Telepon ibu di rumah, bilang kalau masih pembukaan 1 dan kayaknya lahirannya besok jadi ibu datang ke RS pagi saja. Kurang lebih jam 12 saya di CTG lagi dan alhamdulillah hasilnya lebih baik dari yang pertama. Setelah itu saya diambil darah dan air seni untuk cek lab dan gak taunya saya sudah ada flek. Seneng banget waktu itu, akhirnya keluar juga fleknya berarti sebentar lagi dedde’ akan lahir :D Rebahan lagi sambil menunggu bidan untuk periksa dalam. Pas baru rebahan, syurrrr… tanpa bisa ditahan kok berasa pipis tapi rasanya beda, saat itu langsung panik minta ayah panggil bidan, kok sudah keluar ketubannya padahal kan bukaan masih sedikit. Saat itu takkuuuutt banget karena ketuban keluar di awal, harusnya kan nanti mendekati lahiran :( saya takut ketubannya habis sebelum lahiran. Diperiksa dalam ternyata sudah bukaan 3. Alhamdulillah… Setelah bukaan 3 itu kontraksi makin sering, muleess banget di perut bagian bawah dan ketuban kadang keluar sedikit-sedikit. Saya berusaha sekuat tenaga menahan agar ketuban tidak keluar tapi hasilnya nol, ketuban tidak bisa ditahan ternyata :D

 

Rasa mulesnya benar-benar Subhanallah, gak bisa diungkapkan dengan kata-kata :) Sakiiiiiittt sekali, tangan ayah gak pernah lepas dari genggaman. Ayah selalu support di samping tempat tidur. Ayah pinter banget selalu memandu untuk tarik nafas-hembuskan-tarik nafas lagi-hembuskan seperti yang diajarkan saat senam hamil. Padahal saya yang ikut senam hamil sudah blank saat itu, sudah gak ingat apa-apa. Ayah yang cuma kebagian cerita senam hamil ternyata masih ingat, makasih sayang ya.. Telepon ibu lagi di rumah, sepertinya akan lahiran malam ini. Akhirnya ibu berangkat ke RS diantar Pak Samsul tetangga sebelah dan sampai di RS jam 1 saat saya diperiksa dalam lagi dan alhamdulillah sudah bukaan 5. Bidan sudah telepon dokter Rizky dan beliau sedang dalam perjalanan.

 

Subhanallah makin lama makin terasa sakitnya.. mulllleeeeesssss banget :( Saya cuma ber-ahh-ihh-uhh ria sambil meremas-remas tangan ayah :D Entah waktu itu jam berapa dan sudah keberapa kalinya saya diperiksa dalam, alhamdulillah sudah pembukaan 7. Bidan menyarankan saya untuk miring ke kiri untuk mempercepat pembukaan. Wuuiiihh miring kiri sungguh tidak nyaman sekali, mulesnya bener-bener mullleeeessss banget. Selanjutnya saya masih asyik ber-ahh-ihh-uhh ria dan diperiksa lagi sudah pembukaan 8. Dan saat pembukaan 8 itulah rasa ingin mengejan sudah tak tertahankan lagi, rasanya dedde’ sudah pengen keluar. Ayah dan bidan bilang jangan mengejan dulu sebelum pembukaan lengkap. “Ini ngejan sendiriii sus…gak bisa ditahan“ Bidannya tetep keukeuh “Iya bu, ditahan dulu ya bu“ Sumpah menahan hasrat untuk mengejan itu sangat sulit sekali, lebih gampang menahan hasrat untuk pup huehehhe :D Dibuat miring kiri lagi, tambah mullleeeessssss, saat itu rasanya tenaga saya sudah habis, mulesnya benar-benar hebat.

 

Dokter Rizky akhirnya datang tidak lama setelah itu, tadinya saya ogah-ogahan untuk diperiksa dalam lagi, sakiiitttt. Sampe dokter bilang “Ayo buu, siapa tahu pembukaannya sudah lengkap“ Kata-kata dokter itu yang membuat semangat saya terkembang lagi walaupun sakitnya sakit sangat :( Diperiksa dalam dan ternyata sudah pembukaan 10. Yes, akhirnya sebentar lagi saya sudah boleh mengejan. Sambil menunggu dokter dan bidan bersiap-siap di posisinya saya masih berjuang sekuat tenaga untuk tidak mengejan sambil meremas-remas tangan ayah.

 

Setelah semua siap, saya pun sudah mulai mengejan. Mengejan pertama kali, Ehhhhhhhhhhhhhhh..!!!!!!!!!!! Saya mengejan sekuat tenaga sambil bersuara juga sekuat tenaga hehehe.. Hasilnya salah besar, kalau mengejan gak boleh bersuara, cukup ditahan di perut. Ayah dan dokter kompak menyalahkan ejanan saya, “Gak usah pakai suara bu, nanti pita suaranya rusak lho bu..”
 
Mengejan kedua, Ehhhhhhhhhhhhhhhhh….!!!!!!!!!!!!!!!
Mengejan sudah benar tapi tenaga masih kurang jadinya kepala dedde’ yang sudah kelihatan masuk lagi. Yah.. Sambil menunggu datangnya kontraksi saya menyiapkan tenaga ekstra untuk mengejan lagi

 

Mengejan ketiga, Ehhhhhhhhhhhhhhhhh….!!!!!!!!!!!!!!!
Dengan sekuat tenaga saya mengejan lagi dan berusaha nafas gak sampe putus agar dedde’ langsung keluar dan alhamdulillah kepala dedde’ sudah keluar tapi tak terdengar tangisannya :( ternyata dedde’ terlilit 2 tali pusar di leher dan badannya. Dokter dengan sigap memotong tali pusar yang melilit dedde’. Semuanya tegang karena kulit dedde’ berwarna agak kebiruan saat itu, dan craatttt darah lalu muncrat sampai ke dinding kamar bersalin. Oeeeeeekkkkkk…oeeeeeekkkkkk..!!! Alhamdulillah putri kecilku sudah lahir ke dunia dengan selamat.. :) Saat itu ayah langsung memelukku yang dari awal tangannya tak pernah lepas dari genggamanku. Saya otomatis langsung menangis “Ayah, bunda bisa yah.. Alhamdulillah..“

 

Tepat jam 2 pagi putri kami lahir ke dunia, yang rencana awalnya jam 2 akan dilakukan CTG kedua eh ternyata sang putri kami sudah ingin lahir ke dunia menemui ayah dan bundanya :) Tepat tanggal 18 Desember 2008, sesuai keinginan ayahnya yang ingin anaknya berulang tahun bareng bersama neneknya :)

 

Setelah dibersihkan sedikit dedde’ langsung diletakkan di dada saya untuk melakukan proses IMD (Inisiasi Menyusui Dini). Subhanallah…cantik sekali putriku ini, Alhamdulillah… terima kasih ya Allah… Engkau mudahkan segala proses kelahiran putri hamba ini. Sungguh bahagia saya, rasanya menjadi wanita yang paling bahagia di seluruh dunia :) Waktu di dada dedde’ masih kelihatan agak kebiruan kulitnya. Subhanallah memang kuasa Allah melalui proses IMD perlahan kulitnya mulai memerah. Plong sekali rasanya melihat dedde’ menggeliat-geliat di atas perutku mencari sumber makanannya. Kata yang pertama kali kami ucapkan kepadanya adalah “Assalamu’allaykum sayang…“ Kemudian ayah segera mengadzani dedde’ di telinga kanan dan dilanjutkan iqomat di telinga kiri. Subhanallah… sungguh indah… benar-benar kuasa Allah memberikan banyak rahmatnya kepada kami sekeluarga. Alhamdulillah… :)

 

Menakjubkan sekali ketika dedde’ berada di dada saya. Adegan yang dulu hanya bisa saya lihat di video IMD kini telah saya rasakan sendiri. Sungguh indah rasanya menjadi seorang ibu :) Kurang lebih 75 menit dedde’ melakukan IMD sampai akhirnya menemukan sumber makanannya. Terima kasih ya Allah… Setelah itu dedde’ dibawa pergi untuk dibersihkan. Dan saya baru sadar kalau di bawah sana saya sedang dijahit, sekarang baru terasa sakitnya :( Apalagi waktu dokter bilang “Saya bersihkan jalan lahirnya, agak sakit ya bu“ Dan ternyata benar, rasanya sakiiitttttt sekali, lebih sakit dari periksa dalam/cek bukaan, lebih sakit dari rasanya kontraksi, lebih sakit dari mengejan. Pokoknya paling sakit dari segala sakit yang saya rasakan waktu melahirkan.

 

Tapi yang jelas, saya sangat bersyukur, terima kasih tak henti-hentinya untuk Allah SWT  atas segala berkah, rahmat, serta kemudahan-kemudahan yang diberikan selama proses kehamilan sampai melahirkan ini. Alhamdulillah…

 

Jam ½ 4 pagi saya sudah bisa telepon keluarga untuk mengabarkan kabar gembira ini masih di ruang bersalin karena kamar inapnya masih disiapkan. Sekitar jam 5, bidan datang untuk membawa saya ke kamar. Alhamdulillah saya sudah bisa berjalan meskipun sedikit tertatih, sambil digandeng ayah dan bidan saya pindah ke kamar. Tak lama dedde’ diantar ke kamar, langsung diberikan ke saya untuk disusui. Rasanya masih tak percaya saya sudah melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik :) Alhamdulillah lagi, tenaga saya rasanya semakin berlipat sejak melahirkan padahal dari jam 10 malam tidak tidur. Keinginan untuk memandang, menggendong, dan menyusui sang malaikat kecilku lebih besar daripadakeinginan untuk beristirahat.

 

Khadijah… jadi anak yang sholehah ya sayang… Bunda, ayah, dan semua keluarga sayang padamu nak.  :-*

 

Terima kasih pada Allah SWT yang memberikan rahmat dan kekuatan yang begitu besar pada saya serta begitu banyak kemudahan yang saya terima sehingga proses kelahiran dapat terselesaikan dalam waktu 3 jam, terima kasih untuk suamiku tercinta yang setia menemani selalu di sampingku, terima kasih pada Ibu yang menemani dari menunggu HPL sampai kelahiran, terima kasih untuk keluarga besar di Malang, Kraksaan, dan Surabaya atas semua support dan doanya, terima kasih untuk dokter Rizky, dan bidan-bidan RSIA Aulia, kalian memang sayang ibu dan anak, dan tak lupa terima kasih untuk teman-teman STM dan kantor yang memberikan support dan doa yang sangat berarti.